Jangan Tertukar! Ini Perbedaan Eau de Parfum, Eau de Toilette, dan Extrait de Parfum
Buat pengguna setia wewangian, kamu pasti sering lihat istilah seperti EDP, EDT, atau Extrait de Parfum di kemasan botol parfum, kan? Sekilas, semuanya terlihat sama aja karena sama-sama ngasih aroma yang harum. Tapi ternyata, setiap jenis parfum punya karakteristik, tingkat kepekatan, dan daya tahan yang berbeda-beda, lho.
Hal utama yang buat ketiganya berbeda ini ada di rasio konsentrasi minyak wangi (fragrance oil) yang dilarutkan dalam alkohol. Jika presentase minyak wanginya makin tinggi, maka makin pekat dan tahan lama pula aroma yang dihasilkan.
Yuk, kita bahas perbedaannya satu per satu supaya kamu nggak bingung lagi waktu memilih parfum!
1. Extrait de Parfum
Di tingkatan paling atas, ada Extrait de Parfum. Jenis ini merupakan varian dengan tingkat konsentrasi minyak wangi paling tinggi dan pekat, yaitu berkisar antara 20% hingga 40%.
Karena kandungan minyaknya yang tinggi, tekstur cairannya cenderung sedikit lebih kental dan kadar alkoholnya relatif rendah. Hasilnya, aromanya mampu bertahan sangat lama di kulit, bahkan bisa menempel hingga 12 sampai 24 jam.
Jenis ini sangat cocok untuk kamu yang sering beraktivitas seharian, menghadiri acara formal di malam hari, atau bagi pemilik kulit sensitif yang mudah iritasi jika terkena kandungan alkohol tinggi.
2. Eau de Parfum (EDP)
Berikutnya adalah Eau de Parfum atau yang lebih sering disingkat EDP. Tipe ini merupakan varian yang paling populer dan paling banyak dijumpai di pasaran karena kepraktisannya. Kadar konsentrasi minyak wangi pada EDP berada di kisaran 15% hingga 20%.
Aroma EDP umumnya mampu bertahan sekitar 6 hingga 8 jam sejak pertama kali disemprotkan. Karakternya cukup menonjol namun tidak berlebihan, sehingga sangat ideal untuk menemani rutinitas sehari-hari mulai dari bekerja di kantor, kuliah, hingga bersantai di akhir pekan.
3. Eau de Toilette (EDT)
Bagi kamu yang lebih menyukai aroma ringan dan tidak terlalu menyengat, Eau de Toilette (EDT) adalah pilihan yang tepat. Jenis parfum ini memiliki konsentrasi minyak wangi sekitar 5% hingga 15% dengan kandungan alkohol yang sedikit lebih tinggi dibanding EDP.
Daya tahan aromanya berkisar antara 3 hingga 5 jam. Karena karakternya yang segar dan halus, EDT sangat cocok digunakan untuk aktivitas santai di pagi atau siang hari, setelah berolahraga, atau saat cuaca sedang hangat. Jika ingin aromanya tetap awet sepanjang hari, kamu bisa menyemprotkannya kembali secara berkala.
Nah, sekarang kamu sudah tahu kan bedanya? Ternyata, yang paling penting soal memilih parfum bukan hanya soal aromanya saja, tetapi juga menyelaraskan jenisnya dengan kebutuhan serta suasana acara. Sebagai tambahan, kamu juga bisa mencoba tips membuat parfum lebih tahan lama saat digunakan agar lebih maksimal.
Dari ketiga jenis di atas, tipe parfum mana nih yang paling sering kamu gunakan?
Related Articles
Discover the Hottest Fragrance Trends Straight from the Perfume Industry